Penyakit hati merupakan penyebab kematian yang signifikan:
- Penyakit ini bertanggung jawab atas lebih dari 50.000 kematian setiap tahun di Amerika Serikat.
- Penyakit ini menyebabkan lebih dari satu juta rawat inap setiap tahun.
- Penyakit ini menyebabkan lebih dari 100.000 kasus gagal hati stadium akhir setiap tahun.
Transplantasi hati ortotopik (OLT) adalah solusi yang terbatas:
- Ini adalah satu-satunya pengobatan kuratif saat ini untuk pasien dengan gagal hati ireversibel.
- Ini dibatasi oleh jumlah donor yang sedikit.
- Ini melibatkan risiko signifikan, seperti infeksi, penolakan, dan kematian.
- Ini sangat mahal.
Transplantasi sel hati dapat menjadi solusi alternatif:
- Pendekatan ini dapat memberikan pengobatan yang efektif bagi pasien yang tidak cocok untuk OLT.
- Ini dapat mendukung fungsi hati yang menurun.
- Ini dapat meningkatkan massa hati fungsional.
Kelenjar getah bening sebagai lokasi alternatif untuk transplantasi sel hati:
- Penelitian sebelumnya menunjukkan keberhasilan transplantasi hepatosit di kelenjar getah bening tikus.
- Sebuah penelitian terobosan menguji kelayakan pendekatan ini pada model babi dengan gagal hati.
Metode penelitian:
- 6 babi menjalani induksi gagal hati sub-akut melalui pembedahan. Kerusakan hati disebabkan secara bedah: 3 babi menjalani ligasi vena portal kanan (RPVL) dan 3 babi menjalani pintas porto-kaval (portacaval shunt), dikombinasikan dengan reseksi lobus kiri hati.
- Sel hati autolog diisolasi dari lobus kiri hati yang direseksi, menggunakan perfusi kolagenase dua tahap (prosedur standar untuk isolasi hepatosit). Viabilitas sel yang diperoleh melebihi 90%.
- Sel hati disuntikkan secara langsung ke kelenjar getah bening mesenterika (usus).
- Keenam babi menerima transplantasi hepatosit. Tidak ada kelompok kontrol.
- Hewan dipantau selama 30 hingga 60 hari.
Hasil penelitian:
- Transplantasi hepatosit ke kelenjar getah bening aman dan dapat dilakukan.
- Sel hati berhasil terintegrasi ke dalam kelenjar getah bening.
- Jaringan hati ektopik fungsional terbentuk di dalam kelenjar getah bening, dengan karakteristik histologis jaringan hati normal, termasuk pembentukan sinusoid dan saluran empedu.
- Sel hati yang ditransplantasikan membentuk jaringan hati ektopik fungsional, dan jumlah jaringan yang terbentuk sebanding dengan tingkat keparahan kerusakan pada hati asli.
- Tidak ada efek samping serius yang diamati.
Kesimpulan penelitian:
- Transplantasi hepatosit ke kelenjar getah bening adalah pendekatan terapi baru dan menjanjikan untuk pengobatan gagal hati.
- Pendekatan ini dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan mudah diakses bagi pasien dengan penyakit hati stadium akhir.
Penelitian lanjutan:
- Penelitian di masa depan akan fokus pada:
- Pengembangan teknik transplantasi yang lebih efisien.
- Pengembangan obat-obatan dan dukungan untuk jaringan hati ektopik.
- Menguji efektivitas dan keamanan pendekatan ini pada manusia.
LyGenesis: Solusi Inovatif untuk Hati Mini, Uji Coba pada Manusia.
LyGenesis adalah perusahaan bioteknologi yang mengembangkan teknologi terobosan untuk menumbuhkan "hati mini" (organoid ektopik) di kelenjar getah bening pasien yang menderita gagal hati stadium akhir. Pendekatan ini dapat memberikan solusi inovatif untuk masalah kekurangan organ transplantasi dan menyelamatkan banyak nyawa.
Teknologi LyGenesis:
- Perusahaan menggunakan hati yang disumbangkan yang tidak cocok untuk transplantasi biasa.
- Sel hati dipisahkan dari hati dan diproses di laboratorium.
- Sel hati disuntikkan ke kelenjar getah bening di bagian atas perut menggunakan pendekatan ultrasonografi endoskopik (EUS).
- Kelenjar getah bening menyediakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel hati dan berfungsi sebagai "bioreaktor" hidup di dalam tubuh.
- Dalam beberapa bulan, "hati mini" fungsional terbentuk di dalam kelenjar getah bening.
Keuntungan pendekatan LyGenesis:
- Solusi untuk masalah kekurangan organ transplantasi.
- Perawatan yang lebih mudah diakses bagi pasien yang menderita gagal hati.
- Prosedur yang relatif sederhana dibandingkan dengan transplantasi hati biasa.
- Risiko penolakan dan infeksi yang relatif rendah.
- Potensi untuk meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup pasien.
Uji klinis:
LyGenesis sedang menjalankan uji klinis fase 2a, uji coba pertama pada manusia untuk pengobatan ini (first-in-human).
Ini adalah uji coba terbuka (open-label) dengan peningkatan dosis, yang menguji keamanan dan efektivitas pengobatan pada 12 pasien dengan penyakit hati stadium akhir.
Pasien pertama dalam uji coba menerima pengobatan pada tahun 2024, dan setiap peserta akan dipantau secara ketat selama satu tahun.
Menurut perkiraan, hasil awal diharapkan akan dipublikasikan nanti.
Perlu dicatat bahwa LyGenesis berencana untuk melakukan prosedur serupa untuk berbagai organ yang berbeda, berikut adalah kemajuan mereka:
Teknologi LyGenesis untuk menumbuhkan "hati mini" di kelenjar getah bening adalah solusi inovatif dan menarik untuk masalah kekurangan organ transplantasi.
Pendekatan ini dapat menyelamatkan banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita gagal hati stadium akhir.
.
Referensi:
https://www.lygenesis.com/
https://journals.lww.com/lt/fulltext/2020/12000/development_of_ectopic_livers_by_hepatocyte.14.aspx
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23000933/
💬 Komentar (0)
Jadilah orang pertama yang mengomentari artikel tersebut.