דלג לתוכן הראשי
Umum

Darah Muda sebagai Terapi untuk Penyakit Terkait Usia Lanjut

Dekade terakhir telah menyaksikan penelitian terobosan di bidang penuaan, yang mengungkap fenomena menarik: Transfusi darah dari tikus muda ke tikus tua menunjukkan perlambatan signifikan dalam laju penuaan. Temuan ini memicu minat besar dan mengarah pada pencarian "mata air awet muda" modern. Pada tahun 2017, perusahaan Ambrosia mulai menawarkan transfusi plasma muda seharga $8.000 per liter, namun pada tahun 2019 FDA memperingatkan bahwa tidak ada manfaat yang terbukti dan terapi tersebut bahkan bisa berbahaya.

⏱️3 Membaca menit ✍️Reverse Aging 👁️836 Tampilan

Dekade terakhir telah menyaksikan penelitian terobosan di bidang penuaan, yang mengungkap fenomena menarik:
Transfusi darah dari tikus muda ke tikus tua menunjukkan perlambatan signifikan dalam laju penuaan.
Temuan ini memicu minat besar dan mengarah pada pencarian "mata air awet muda" modern, dalam bentuk terapi berbasis transfusi darah muda.

Dasar ilmiah dari gagasan ini bertumpu pada eksperimen parabiosis, metode di mana sistem peredaran darah dua hewan dihubungkan satu sama lain. Dalam penelitian awal, dan kemudian dalam karya peneliti seperti Ami Conboy dan Tony Wyss-Coray, diamati bahwa ketika tikus tua berbagi aliran darah dengan tikus muda, terjadi perbaikan dalam fungsi otot, hati, dan otak tikus tua tersebut.
Penting untuk ditekankan: efek dalam model ini mungkin tidak hanya berasal dari "faktor muda" dalam darah muda, tetapi juga dari pengenceran faktor berbahaya yang menumpuk dalam darah tua seiring bertambahnya usia. Artinya, sebagian manfaat mungkin berasal dari penghilangan zat, bukan penambahannya.

Pada tahun 2017, perusahaan rintisan Ambrosia menggemparkan dunia medis
ketika mulai menawarkan terapi eksperimental transfusi plasma muda (bagian cair dari darah) dengan harga $8.000 per liter.
Terapi ini didasarkan pada asumsi bahwa komponen dalam darah muda dapat merangsang proses biologis dalam tubuh dan memperlambat penuaan.

Namun, pendekatan "mata air awet muda" juga menimbulkan banyak kekhawatiran.
Tidak adanya uji klinis berbasis bukti pada manusia menimbulkan keraguan tentang keamanan dan efektivitas terapi.
Selain itu, muncul pertanyaan etis mengenai akses yang berpotensi menjadikan penuaan sebagai "hak istimewa" bagi mereka yang mampu.

Pada Februari 2019, pukulan keras datang bagi perusahaan Ambrosia dan gagasan transfusi darah muda.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan pernyataan tegas, atas nama Komisaris Scott Gottlieb dan Direktur Peter Marks, yang menyatakan bahwa tidak ada bukti klinis tentang efektivitas transfusi plasma muda terhadap penyakit terkait usia, demensia, Alzheimer, penyakit jantung, atau Parkinson.

Badan tersebut menekankan bahwa ini bukan hanya terapi yang tidak terbukti, tetapi terapi yang berpotensi berbahaya: Transfusi plasma melibatkan risiko reaksi alergi, kelebihan cairan pada sistem peredaran darah dan jantung, cedera paru akut terkait transfusi, dan paparan penyakit menular. FDA secara eksplisit memperingatkan masyarakat untuk tidak menganggap terapi ini aman atau efektif.

Menyusul pernyataan tersebut, Ambrosia menghentikan terapi pada Februari 2019 untuk mematuhi pedoman FDA. Namun, terapi ini tidak sepenuhnya ditinggalkan: Pendiri perusahaan, Jesse Karmazin, segera kembali menawarkan transfusi plasma dalam format "off-label" (penggunaan di luar indikasi yang disetujui) dengan merek baru bernama Ivy Plasma, dan kemudian bahkan kembali menggunakan nama Ambrosia. Kisah ini menggambarkan betapa lebarnya kesenjangan antara janji pemasaran dan bukti ilmiah di bidang ini.



Referensi:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6764071/

💬 Komentar (0)

Untuk merespons, Anda memerlukan akun. Tulis komentar Anda dan klik Publikasikan, dan Anda akan diarahkan ke pendaftaran cepat. Komentar akan disimpan dan dipublikasikan setelah disetujui.

Jadilah orang pertama yang mengomentari artikel tersebut.

Apakah Anda menikmati situs ini? Beri tahu teman-teman 🙌 Tidak menikmatinya? Beri tahu kami dan kami akan memperbaikinya 💬

💬 Ceritakan kepada kami