Otak memproduksi zat kimia bernama asetilkolin, yang penting untuk memori dan fungsi kognitif lainnya.
Kekurangan asetilkolin terkait dengan penurunan kognitif dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Kolin adalah prekursor asetilkolin dan secara langsung memengaruhi sintesis asetilkolin di jaringan otak,
serta merupakan prekursor fosfatidilkolin, yang diperlukan untuk sintesis membran dan pemeliharaan fungsi sinaptik.
Meta-analisis menunjukkan bahwa orang dengan penyakit Alzheimer memiliki kadar kolin yang rendah dalam plasma dan cairan serebrospinal.
Fosfatidilkolin (PC) adalah komponen nutrisi penting yang ditemukan dalam banyak makanan.
Ini merupakan sumber kolin dan penting untuk fungsi otak.
Penelitian menunjukkan bahwa diet kaya PC dapat:
- Meningkatkan kadar asetilkolin di otak
- Memperbaiki memori dan fungsi kognitif
- Mengurangi risiko demensia
- Melindungi dari penyakit neurodegeneratif lainnya
Penelitian Utama: Analisis Hampir 2.500 Orang Dewasa Paruh Baya
Sebuah penelitian utama tentang topik ini diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition, yang menganalisis data dari hampir 2.500 orang dewasa paruh baya.
Penelitian ini menemukan hubungan antara asupan kolin dan PC dalam makanan dengan kinerja yang lebih baik dalam tes kognitif untuk menilai kelancaran verbal dan memori.
Penelitian ini menyajikan analisis prospektif mendalam dari hampir 2.500 peserta dengan pemantauan selama lebih dari 20 tahun.
Penelitian ini memberikan bukti bahwa asupan kolin dan fosfatidilkolin dalam makanan terkait dengan kinerja yang lebih baik dalam tes kognitif yang menguji kelancaran verbal dan memori.
Keunggulan Penelitian:
- Informasi komprehensif tentang asupan makanan.
- Pemantauan jangka panjang yang sangat lama dengan tingkat putus sekolah yang rendah (meskipun tidak semua subjek menjalani pengukuran kognitif).
Keterbatasan Penelitian:
- Kemungkinan adanya bias residual (residual confounding), seperti yang terjadi pada banyak studi kohort.
- Tidak jelas seberapa efektif suplementasi nutrisi bagi orang yang sudah mengalami penurunan kognitif (penelitian ini tidak menyertakan orang dengan demensia pada awalnya).
Diskusi:
- Bukti bahwa satu nutrisi tunggal berdampak positif pada kognisi atau menurunkan risiko demensia masih terbatas.
- Mungkin kolin unik karena merupakan prekursor langsung neurotransmitter asetilkolin, yang mengalami penurunan kritis dan progresif pada penyakit Alzheimer.
- Mendorong peningkatan produksi asetilkolin melalui konsumsi satu metabolit (kolin) mungkin lebih efektif daripada menghambat asetilkolin esterase (cholinesterase inhibition).
- Diet yang lebih kaya kolin mungkin menjadi pendekatan yang berguna jika dikombinasikan dengan penghambatan asetilkolin esterase.
Kolin:
- Prekursor asetilkolin.
- Secara langsung memengaruhi sintesis asetilkolin di jaringan otak.
- Prekursor fosfatidilkolin, yang diperlukan untuk sintesis membran dan pemeliharaan fungsi sinaptik.
- Kadar kolin rendah ditemukan pada orang dengan penyakit Alzheimer.
- Konsentrasi kolin di otak sangat bergantung pada sistem peredaran darah dan dipengaruhi oleh konsentrasi plasma.
Data Utama:
- Asupan kolin dan PC yang lebih tinggi dalam makanan terkait dengan kinerja yang lebih baik dalam tes kognitif.
- Pria dengan asupan PC yang lebih tinggi dalam makanan memiliki risiko demensia 28% lebih rendah dibandingkan pria dengan asupan rendah.
- Penelitian ini mencakup pemantauan yang sangat panjang (lebih dari dua dekade) dan informasi komprehensif tentang asupan makanan.
Penting untuk Dicatat:
- Penelitian ini hanya bersifat observasional, sehingga tidak dapat disimpulkan hubungan kausal.
- Tidak semua subjek menjalani pengukuran kognitif.
Cara Mengonsumsi Lebih Banyak PC dalam Diet:
Anda dapat meningkatkan asupan PC dalam diet dengan mengonsumsi makanan kaya PC, seperti:
- Telur: Telur adalah sumber utama PC, terutama kuning telur. Dalam penelitian, telur dan daging adalah sumber makanan utama fosfatidilkolin.
- Daging: Daging merah dan daging ayam adalah sumber utama PC lainnya.
- Ikan: Ikan mengandung kolin, tetapi ikan berlemak tidak dianggap sebagai sumber fosfatidilkolin yang menonjol.
- Kacang-kacangan dan Biji-bijian: Kacang-kacangan, seperti almond, kenari, dan biji rami, mengandung jumlah kolin yang moderat.
- Kacang-kacangan (Legum): Kacang-kacangan, seperti buncis dan lentil, mengandung jumlah kolin yang moderat.
- Sayuran Berdaun Hijau: Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, brokoli, dan kubis, mengandung jumlah kolin yang moderat.
Penting untuk dicatat bahwa sumber makanan yang berbeda berbeda dalam kandungan kolin dan fosfatidilkolinnya.
Referensi:
https://ajcn.nutrition.org/article/S0002-9165%2822%2901320-X/fulltext
https://www.cambridge.org/core/journals/british-journal-of-nutrition/article/learning-behaviour-and-cerebral-protein-kinase-c-antioxidant-status-lipid-composition-in-senescenceaccelerated-mouse-influence-of-a-phosphatidylcholinevitamin-b12-diet/EB998DCB0A8838004C0175915A439F13
Produk kolin yang direkomendasikan di rak;
(Tautan ke IHERB termasuk diskon 5% untuk seluruh keranjang belanja – kode diskon KBZ701)
https://il.iherb.com/pr/nature-s-way-choline-500-mg-100-vegan-tablets/1877?rcode=KBZ701
https://il.iherb.com/pr/country-life-choline-100-tablets/1631?rcode=KBZ701
https://il.iherb.com/pr/nested-naturals-choline-l-choline-bitartrate-90-vegan-capsules/116596?rcode=KBZ701
https://il.iherb.com/pr/kal-choline-250-mg-100-tablets-125-mg-per-tablet/26861?rcode=KBZ701
https://il.iherb.com/pr/solaray-timed-release-choline-300-mg-100-capsules/123939?rcode=KBZ701
💬 Komentar (0)
Jadilah orang pertama yang mengomentari artikel tersebut.