עור הפנים

Astaxanthin sebagai antioksidan untuk memperlambat penuaan kulit.

Astaxanthin sebagai antioksidan untuk memperlambat penuaan kulit.

Penuaan kulit: merupakan proses alami, namun faktor-faktor seperti stres oksidatif, paparan sinar matahari, polusi udara, dan gizi buruk dapat mempercepatnya.
Akibatnya, kulit kehilangan elastisitasnya, kerutan dan bintik hitam muncul, serta kekeringan dan iritasi.

Studi baru: menunjukkan bahwa suplemen makanan dengan antioksidan, seperti astaxanthin, dapat memperlambat proses penuaan dan meningkatkan kesehatan kulit.

Astaxanthin: antioksidan 600 kali lebih kuat dari vitamin C dan 500 kali lebih kuat dari vitamin E.
Ditemukan secara alami pada alga, salmon, kepiting, dan flamingo.

Studi saat ini: Meneliti efek konsumsi astaxanthin selama 4 minggu terhadap morfologi (struktur) komponen permukaan kulit sisa (RSSC).
RSSC merupakan sel mati yang menumpuk di permukaan kulit dan dapat memberikan informasi mengenai kesehatan kulit.

Penelitian ini melibatkan 31 subjek: berusia di atas 40 tahun yang sampel RSSC dan darahnya diambil pada awal dan akhir penelitian.

Hasilnya:

  • Penurunan signifikan kadar malondialdehid (MDA)
    dalam plasma, menunjukkan penurunan stres oksidatif.
    MDA adalah produk sampingan metabolisme yang beracun, dan kadar MDA yang tinggi berhubungan dengan penuaan dan berbagai penyakit.
  • Penurunan signifikan dalam pemecahan korneosit (sel kulit) di RSSC.
    Korneosit adalah sel terluar dari epidermis, dan bertanggung jawab atas pelindung luar kulit.
    Peningkatan penguraian menyebabkan kekeringan, pengelupasan dan iritasi.
  • Penurunan kehadiran mikroba secara signifikan di RSSC.
    Pertumbuhan bakteri yang berlebihan di permukaan kulit dikaitkan dengan peradangan, jerawat, dan masalah kulit lainnya.
  • Peningkatan ukuran tetesan lemak secara signifikan di RSSC.
    Tetesan lemak ini berkontribusi pada kehalusan dan elastisitas kulit.

Efek ini lebih kuat: di antara subjek yang mengalami obesitas (BMI > 30).
Hal ini mungkin terjadi karena orang yang mengalami obesitas lebih rentan terhadap stres oksidatif dan peradangan, dan mengonsumsi astaxanthin dapat membantu menetralisir radikal bebas dan meningkatkan kesehatan kulit.

Kesimpulan:

  • Konsumsi astaxanthin selama 4 minggu mengurangi stres oksidatif dan menyebabkan regenerasi kulit wajah.
  • Efek ini lebih nyata terjadi pada subjek yang mengalami obesitas.
  • Studi ini menunjukkan bahwa astaxanthin mungkin merupakan suplemen nutrisi yang efektif untuk memperlambat penuaan kulit dan meningkatkan kesehatannya.

Penting untuk diperhatikan:

  • Ini adalah studi pendahuluan, dan diperlukan studi lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan tersebut.
  • Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen nutrisi, dan terutama jika mengonsumsi obat pada waktu yang bersamaan.

.
Referensi:

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29246280/