Asam Amino dalam Tubuh: Apa yang Diproduksi Sendiri oleh Tubuh dan Apa yang Harus Diperoleh dari Makanan
Asam amino adalah blok bangunan protein, dan tubuh menggunakan 20 asam amino yang berbeda untuk menyusun semua proteinnya. Bertentangan dengan apa yang umum dipikirkan, tubuh tidak mampu memproduksi semuanya sendiri. Hanya sekitar 11 asam amino, yang disebut tidak esensial, diproduksi dalam tubuh dalam jumlah yang cukup. Sembilan asam amino sisanya disebut esensial, dan tubuh sama sekali tidak dapat memproduksinya, sehingga harus diperoleh dari makanan.
Sembilan asam amino esensial (yang harus diperoleh dari makanan) adalah: histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin. Sumber protein hewani, seperti daging, ikan, telur, dan produk susu, menyediakan kesembilannya, dan beberapa sumber nabati, seperti kedelai, juga menyediakan profil yang lengkap.
Di mana produksi asam amino tidak esensial terjadi: Hati adalah tempat utama untuk sintesis dan pemecahan asam amino dalam tubuh. Otot berkontribusi terutama pada produksi dua asam amino, alanin dan glutamin, yang digunakan untuk mentransfer nitrogen dan karbon antar jaringan. Penting untuk diperjelas: bahkan asam amino tidak esensial yang diproduksi sendiri oleh tubuh pada akhirnya dibangun dari nitrogen dan kerangka karbon yang berasal dari protein makanan, oleh karena itu pasokan protein yang memadai sangat penting di segala usia.
Bagaimana Usia Mempengaruhi Pemanfaatan Protein: Resistensi Anabolik
Salah satu mitos yang umum adalah bahwa tubuh "kehilangan kemampuan untuk memproduksi asam amino" seiring bertambahnya usia. Gambaran yang akurat berbeda dan lebih kompleks. Penelitian yang mengukur laju sintesis protein otot menemukan bahwa dalam keadaan puasa (dasar), laju produksi protein otot sebagian besar tetap terjaga dan serupa antara orang muda dan tua. Perubahan utamanya bukan pada laju dasar, melainkan pada respons otot terhadap konsumsi protein.
Fenomena ini disebut resistensi anabolik (Anabolic Resistance). Dalam tubuh muda, mengonsumsi porsi protein yang sederhana (sekitar 20 gram) secara tajam meningkatkan laju pembentukan protein otot. Dalam tubuh tua, porsi yang sama menghasilkan respons yang tumpul dan melemah. Dengan kata lain, orang tua membutuhkan jumlah yang lebih besar protein di setiap makan untuk merangsang respons pembentukan yang sama seperti yang dicapai orang muda dengan porsi yang lebih kecil.
Mekanisme utama dalam resistensi anabolik adalah melemahnya jalur pensinyalan seluler mTOR, yang menerjemahkan keberadaan asam amino (terutama leusin) menjadi perintah untuk membangun protein. Ketika jalur ini kurang sensitif, diperlukan rangsangan yang lebih kuat (lebih banyak protein, lebih banyak aktivitas) untuk mengaktifkannya.
Faktor lain yang mempengaruhi pemanfaatan protein di usia tua:
- Perubahan dalam pencernaan dan penyerapan: Penyerapan dan pemecahan protein di saluran pencernaan mungkin kurang efisien, dan sebagian besar asam amino ditangkap dan digunakan di hati dan usus sebelum mencapai otot.
- Penurunan aktivitas fisik: Kurangnya aktivitas memperburuk resistensi anabolik. Latihan, terutama latihan ketahanan, mengembalikan sensitivitas otot terhadap protein.
- Penurunan massa otot (sarkopenia): Lebih sedikit jaringan otot yang aktif secara metabolik berarti lebih sedikit "cadangan" untuk asam amino dan metabolisme protein.
Penting untuk diperhatikan: tidak ada angka numerik yang seragam untuk "persentase penurunan" produksi asam amino seiring bertambahnya usia. Besarnya efek sangat bervariasi dari orang ke orang, dan tergantung pada tingkat aktivitas fisik, jumlah dan kualitas protein dalam makanan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Mengapa Ini Penting: Konsekuensi dari Pemanfaatan Protein yang Buruk
Ketika tubuh kesulitan menerjemahkan protein makanan menjadi pembentukan jaringan, beberapa masalah dapat muncul, terutama:
- Kehilangan massa dan kekuatan otot: Asam amino sangat penting untuk pembentukan dan pemeliharaan otot. Pemanfaatan yang buruk merupakan komponen utama sarkopenia, kehilangan otot terkait usia, yang mengganggu kekuatan, mobilitas, dan kemandirian.
- Fungsi kekebalan tubuh: Asam amino tertentu digunakan sebagai bahan baku untuk sel-sel sistem kekebalan dan antibodi, dan pasokan yang tidak memadai dapat mengganggu respons kekebalan.
- Pemulihan dan perbaikan jaringan: Penyembuhan luka, perbaikan setelah aktivitas berat, dan pemeliharaan jaringan ikat (kolagen) semuanya bergantung pada pasokan asam amino yang tersedia.
Cara Meningkatkan Pemanfaatan Protein di Usia Tua
Kabar baiknya: resistensi anabolik bukanlah takdir, dan sebagian besar dapat diatasi melalui nutrisi dan aktivitas.
- Cukup protein di setiap makan: Untuk melewati "ambang" respons yang tumpul, disarankan bagi orang tua untuk menyebarkan protein sepanjang hari dan menyertakan porsi berkualitas di setiap makan (biasanya direkomendasikan sekitar 25 hingga 40 gram protein per makan, tergantung pada berat badan), dan tidak memusatkan semua protein harian dalam satu kali makan.
- Protein berkualitas tinggi dan kaya leusin: Sumber protein lengkap, seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan, dan kedelai, menyediakan kesembilan asam amino esensial. Leusin khususnya merangsang jalur mTOR untuk pembentukan otot.
- Aktivitas fisik, terutama latihan ketahanan: Latihan kekuatan "menyegarkan" sensitivitas otot terhadap protein dan menghilangkan sebagian besar resistensi anabolik. Kombinasi latihan dengan konsumsi protein setelahnya sangat efektif.
- Suplemen makanan jika perlu: Ketika sulit mencapai target protein dari makanan saja, suplemen protein atau suplemen asam amino esensial dapat digunakan, sebaiknya dengan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Tabel Asam Amino: Esensial vs Tidak Esensial
Sembilan asam amino esensial (harus diperoleh dari makanan, tubuh tidak memproduksinya):
| Nama dalam Bahasa Indonesia | Nama dalam Bahasa Inggris | Fungsi dalam Tubuh |
|---|---|---|
| Histidin | Histidine | * Produksi histamin: Penting untuk produksi histamin, mediator peradangan dan respons kekebalan. * Produksi protein: Merupakan komponen penting dalam banyak protein, termasuk hemoglobin. |
| Isoleusin | Isoleucine | * Asam amino rantai cabang (BCAA): Berkontribusi pada pembentukan otot dan perbaikan jaringan. * Produksi energi: Digunakan sebagai sumber energi untuk otot saat beraktivitas. * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. |
| Leusin | Leucine | * Stimulasi pembentukan otot: Asam amino rantai cabang (BCAA) yang mengaktifkan jalur mTOR dan mendorong pembentukan protein otot. * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. |
| Lisin | Lysine | * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. * Produksi kolagen dan karnitin. * Memperkuat sistem kekebalan: Berkontribusi pada fungsi normal sistem kekebalan. |
| Metionin | Methionine | * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. * Donor metil: Membentuk S-adenosylmethionine, senyawa penting untuk banyak proses metilasi dalam tubuh. |
| Fenilalanin | Phenylalanine | * Produksi tirosin: Digunakan sebagai bahan baku untuk tirosin, dan selanjutnya untuk dopamin dan noradrenalin. * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. |
| Treonin | Threonine | * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. * Produksi kolagen dan elastin: Berkontribusi pada jaringan ikat dan jaringan elastis. |
| Triptofan | Tryptophan | * Produksi serotonin: Digunakan sebagai bahan baku untuk serotonin, neurotransmitter penting. * Produksi melatonin: Berkontribusi pada produksi hormon tidur. * Produksi protein. |
| Valin | Valine | * Asam amino rantai cabang (BCAA): Berkontribusi pada pembentukan otot dan perbaikan jaringan. * Produksi energi untuk otot. * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. |
Asam amino tidak esensial (tubuh mampu memproduksinya sendiri, terutama di hati):
| Nama dalam Bahasa Indonesia | Nama dalam Bahasa Inggris | Fungsi dalam Tubuh |
|---|---|---|
| Alanin | Alanine | * Sumber energi dan glukosa: Dapat diubah menjadi piruvat, yang digunakan untuk produksi energi dan produksi glukosa di hati melalui glukoneogenesis. * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. |
| Arginin | Arginine | * Pembentukan urea: Penting untuk menetralkan amonia dalam siklus urea. * Regulasi tekanan darah: Digunakan sebagai bahan baku untuk oksida nitrat (NO) yang melebarkan pembuluh darah. * Produksi protein. (Dianggap semi-esensial selama masa pertumbuhan dan penyakit.) |
| Asparagin | Asparagine | * Produksi asam amino lain: Dapat diubah menjadi aspartat. * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein, dan memiliki peran dalam fungsi sistem saraf. |
| Asam aspartat | Aspartic acid | * Siklus urea dan siklus nukleotida: Digunakan dalam penetralan amonia dan produksi blok bangunan DNA dan RNA. * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. (Pada manusia, aspartat tidak diubah menjadi lisin, jalur ini hanya ada pada bakteri dan tumbuhan.) |
| Sistein | Cysteine | * Produksi glutathione: Penting untuk produksi glutathione, antioksidan utama. * Produksi protein: Membentuk jembatan sulfur yang menstabilkan struktur protein. (Dianggap semi-esensial, dan diproduksi dari metionin.) |
| Asam glutamat | Glutamic acid | * Produksi asam amino lain: Dapat diubah menjadi glutamin dan prolin. * Transmisi sinyal saraf: Bertindak sebagai neurotransmitter rangsang di otak. * Produksi protein. |
| Glutamin | Glutamine | * Sumber energi: Dipecah menjadi glutamat dan selanjutnya menjadi alfa-ketoglutarat, yang memberi makan siklus Krebs (TCA) untuk produksi energi. * Bahan bakar untuk sel usus dan sistem kekebalan. * Produksi protein. |
| Glisin | Glycine | * Produksi kolagen: Komponen utama dalam kolagen, protein penting dalam jaringan ikat. * Produksi glutathione: Salah satu dari tiga asam amino yang menyusunnya. * Produksi protein. |
| Prolin | Proline | * Produksi kolagen: Penting untuk struktur kolagen dan stabilitasnya. * Produksi protein: Komponen penting dalam banyak protein. |
| Serin | Serine | * Pembentukan fosfolipid: Berkontribusi pada pembangunan membran sel. * Metabolisme karbon: Terlibat dalam produksi komponen untuk DNA. * Produksi protein. |
| Tirosin | Tyrosine | * Produksi dopamin dan noradrenalin: Digunakan sebagai bahan baku untuk neurotransmitter. * Produksi hormon tiroid. * Produksi protein. (Diproduksi dari fenilalanin, oleh karena itu semi-esensial.) |
Catatan: Beberapa asam amino tidak esensial (seperti arginin, sistein, tirosin, dan glutamin) disebut "semi-esensial", karena selama masa pertumbuhan, penyakit, atau tekanan fisiologis, tubuh mungkin memerlukan suplementasi dari makanan.
💬 Komentar (0)
Jadilah orang pertama yang mengomentari artikel tersebut.