Kita telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa aktivitas fisik melemahkan otot. Pertanyaannya selalu mengapa. Sebuah studi baru dari Duke-NUS Medical School di Singapura, yang diterbitkan dalam jurnal terkemuka di bidangnya, memberikan jawaban pada tingkat molekuler: satu gen yang disebut DEAF1 meningkat seiring bertambahnya usia dan mengganggu keseimbangan antara pembuatan protein baru dan menghilangkan protein rusak. Olahraga menurunkannya, dan mengembalikan sel ke fungsi awet muda.
Masalahnya: produksi lebih banyak, pembersihan lebih sedikit
Inti dari proses ini adalah jalur seluler yang disebut mTORC1, yang bertanggung jawab atas dua hal paralel: membangun protein baru, dan membuang protein yang rusak (autophagy). Pada otot muda keduanya seimbang. Pada otot tua, mTORC1 menjadi terlalu aktif dan tidak sehat. Dia terus membangun, tapi berhenti membersihkan.
Hasilnya: protein yang rusak menumpuk di dalam sel. Mereka memakan ruang, mengganggu mekanisme, dan akhirnya sel melemah. Proses inilah yang mengakibatkan penurunan kekuatan otot, sarkopenia, dan hilangnya massa otot seiring bertambahnya usia.
Penemuan: Siapa yang Mengaktifkan mTORC1 secara Berlebihan?
Tim yang dipimpin oleh Prof\' Tang Hong-wen dari Program Kanker dan Sel Punca di Duke-NUS mencari pelakunya. Setelah serangkaian percobaan pada tikus tua dan sel manusia, mereka mengidentifikasinya: sebuah gen yang disebut DEAF1. Tingkat DEAF1 meningkat seiring bertambahnya usia pada otot. Dan seiring naiknya, mTORC1 melaju. Protein menumpuk. Otot melemah.
"Olahraga berhasil membalikkan proses ini dan memperbaiki ketidakseimbangan," jelas Prof. Tang. "Aktivitas ini mengaktifkan protein yang menurunkan tingkat DEAF1, dan mengembalikan jalur pertumbuhan ke keseimbangan normal."
Bagaimana olahraga dapat melumpuhkan DEAF1?
Tim mengikuti rantai molekul. Ketika otot berkontraksi selama latihan, ia mengaktifkan sensor yang mendeteksi beban mekanis. Ini, pada gilirannya, mengaktifkan enzim yang menekan ekspresi DEAF1. Dalam beberapa jam setelah latihan, tingkat otot DEAF1 menurun. mTORC1 kembali ke tingkat normal. Penghapusan protein yang rusak diperbarui.
Yang mengejutkan tim: Bahkan pada tikus yang sangat tua, ketika DEAF1 dihilangkan secara genetik, otot-ototnya menunjukkan tanda-tanda regenerasi. Kekuatan genggaman meningkat, massa otot meningkat, dan serat yang rusak diganti dengan serat yang sehat. Artinya, tanpa aktivitas fisik pun, penurunan DEAF1 saja sudah cukup memberikan efek "seolah-olah kita sedang berolahraga".
Artinya: obat yang mensimulasikan olahraga?
Penemuan ini membuka tiga kemungkinan praktis:
- Target pengobatan baru. Inhibitor DEAF1 spesifik dapat menjadi kandidat obat untuk sarkopenia dan pengecilan otot pada orang dewasa yang tidak dapat berolahraga (pasca operasi, penyakit kronis, terbaring di tempat tidur).
- Biomarker untuk kesehatan otot. Kadar DEAF1 dalam biopsi otot dapat digunakan untuk memperkirakan usia biologis jaringan.
- Meningkatkan protokol pelatihan. Jika kita mengetahui jenis olahraga apa yang paling menurunkan DEAF1 (aerobik? kekuatan? HIIT?), kita dapat membuat rekomendasi khusus untuk orang dewasa.
Mengapa hal ini lebih penting dibandingkan penelitian sebelumnya
Sebelumnya kita telah mendapatkan petunjuk tentang hubungan antara aktivitas fisik dan jalur seluler. Tapi DEAF1 adalah gen pertama yang menjelaskan seluruh rantai mulai dari kontraksi hingga pembaruan protein. Dia menjawab pertanyaan "Apa sebenarnya yang terjadi pada molekul ketika saya berolahraga?" dengan jawaban yang jelas.
Apa yang dapat Anda lakukan sekarang
- Latihan ketahanan 2-3 kali seminggu tetap menjadi intervensi paling ampuh melawan DEAF1.
- Pelatihan tambahan lebih baik daripada "setiap beberapa hari". Level DEAF1 meningkat lagi dalam waktu 48-72 jam, sehingga terdapat keuntungan pada frekuensi.
- Kombinasi dengan protein yang cukup (1,2-1,6 gram per kg berat badan per hari pada usia 60+) akan memperkuat efeknya.
Sampai obat penghambat DEAF1 dipasarkan (perkiraan akan memakan waktu 5-7 tahun), cara paling pasti untuk menurunkan gen ini adalah yang paling sederhana: bangkit dari kursi dan berolahraga.
💬 תגובות (0)
היו הראשונים להגיב על המאמר.