אורח חיים בריא

Terapi gen FOXF1 meregenerasi cakram intervertebralis setelah cedera

Terapi gen FOXF1 meregenerasi cakram intervertebralis setelah cedera

Degenerasi cakram: apakah eksosom yang mengandung FOXF1 merupakan kunci regenerasi tulang belakang dan pengobatan nyeri pinggang kronis?

Nyeri pinggang kronis (LBP) telah menjadi epidemi global, menyebabkan kecacatan dan mempengaruhi kualitas hidup jutaan orang.
Dengan bertambahnya populasi lansia dan krisis opioid, masalahnya semakin parah.

Penyebab utama LBP adalah degenerasi diskus intervertebralis (IVD).
IVD berfungsi sebagai sendi unik yang menekan tulang belakang dan meredam guncangan. Seiring bertambahnya usia, cakram mengalami kemunduran, kehilangan kelembapan dan kelenturan, serta lebih rentan terhadap cedera.

Terobosan penelitian baru menawarkan harapan baru bagi penderita LBP.
Para peneliti telah mengembangkan terapi gen baru yang menggunakan eksosom, tabung nano kecil yang disekresikan oleh sel, untuk mengirimkan gen yang disebut FOXF1 ke cakram yang rusak.

FOXF1 adalah protein penting untuk perkembangan normal cakram. Ia berperan penting dalam menjaga struktur cakram, fungsinya, dan kemampuannya untuk beregenerasi.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa FOXF1 dapat memprogram ulang sel cakram yang sakit dan mendorong regenerasi jaringan.

Dalam penelitian ini, para peneliti menyuntikkan eksosom yang berisi FOXF1 ke dalam cakram tikus yang terluka.
Hasilnya luar biasa:

  • Pengurangan nyeri punggung secara signifikan pada tikus yang diobati.
  • Pemulihan struktur dan fungsi cakram secara signifikan.
  • Peningkatan signifikan pada tinggi cakram, hidrasi jaringan, kandungan proteoglikan, dan sifat mekanik.

Ini adalah studi pertama yang berhasil menunjukkan pemulihan fungsi cakram sekaligus mengurangi nyeri punggung pada model hewan LBP.

Studi ini menawarkan beberapa keuntungan signifikan:

  • Terapi non-virus: Berbeda dengan terapi gen tradisional yang menggunakan virus untuk mentransfer gen, eksosom bersifat non-viral sehingga lebih aman digunakan.
  • Pengiriman yang ditargetkan: Eksosom dapat ditargetkan ke cakram tertentu, memastikan bahwa pengobatan mencapai tempat yang tepat.
  • Potensi untuk mengobati gangguan lain: Eksosom yang mengandung gen lain dapat digunakan untuk mengobati gangguan muskuloskeletal menyakitkan lainnya.

Penting untuk dicatat bahwa ini adalah studi pendahuluan, dan studi klinis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitas pengobatan pada manusia.
Namun, hasil yang menjanjikan memberikan harapan besar bagi penderita LBP dan gangguan muskuloskeletal menyakitkan lainnya.

Eksosom yang mengandung FOXF1 mungkin menjadi kunci untuk meremajakan cakram yang rusak, mengurangi nyeri pinggang kronis, dan meningkatkan kualitas hidup jutaan orang di seluruh dunia.

Referensi: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0142961224000966?via%3Dihub